Skip to main content

Bumi Perkemahan Maibit

Dalam Rangka adanya perkemahan akbar pangkalan MTsN Babat Gudep 902 pada tanggal 20-22 Nopember, saya selaku penulis blog merasa bersyukur atas terselesainya kemah akbar yang diadakn di bumi perkemahan Lanjar-Maibit-Rengel-Tuban, di bumi perkemahan ini memiliki fasilitas yang cukup untuk kelas perkemahan, diantaranya adalah memiliki mata air yang cukup jernih di sekitar kawasan perkemahan yang memungkinkan para peserta melakukan kegiatan mandi, cuci-cuci dan lain sebagainya. Dan juga tampat yang sangat indah untuk disambangi untuk peserta kemah. Kegiatan yang diadakan oleh kakak-kakak pembina diantaranya ada Cerdas cermat, lomba adzan, tartil qur’an, baca puisi, pidato, tinju air, tarik tambang, serta kegiatan yang paling menantang yaitu penjelajahan yang memiliki rute menanjak, curam, licin dan jauh yang memiliki jarak + 7 km dan cukup melelahkan bagi perserta dan para kakak pembina yang mengemban tugas pada sesi ini, dan juga banyak lagi kegiatan yang diadakan, Perkemahan akbar yang diadakan pada 20-22 nopember tepatnya pada hari jum’at berangkat dan selesai pada hari Ahad dan berarti menginap 3 hari 2 malam pada pelaksanaan beberapa kegiatan kami sempat diuji oleh Allah dengan guyuran hujan, tetapi kita sebagi Praja Muda Karana tidak kenal sifat “Menyerah” dan terus melakukan kegiatan dari pembukaan atas nama Kamabigus sampai ditutupnya kegiatan perkemahan oleh Kamabigus juga, pada malam terakhir tepatnya pata hari sabtu malam atau anak muda bilang dengan malam mingguan kami melakukan kegiatan “Api Unggun” yang diadakannya penyalaan Api dari Pasukan Obor, nama-nama yang dicantumkan dan mengemban tugas ini adalah :
1. M. Tri Bakti In Hidayatulloh,
2. Ziana Walidah,
3.   Chairul Rajib Kusnadi
4. Uswatun Hasanah
5. Widi Ardiansyah
6. Septia Devi P.
7. Bayu Prastya
8. Fitriani
9. M. Hafid Rosidin
10. Munawarah
11. Muhammad Irfan Mas’udi (penulis)
yang bertugas mengumandangkan bunyi Dasa Darma Pramuka. Dan tak lupa petugas Pembawa Acara Istiftakhun Ni’mah dan Ach. Ainul yaqin sebagai Pratama, serta Drs. H Kondang Sahly, M.Si selaku wakil Kamabigus dan penyala Api Unggun. Dalam tugas pasukan obor ada sedikit kesalahan yaitu hampir terbakarnya Api Unggun yang semestinya dibakar oleh Pembina, sehingga kami mendapatkan hukuman, tetapi kami sadar atas pemberian hukuman yang kami terima karena jika saja bensin yang ada di dalam api unggun terbakar akan memercikan kobaran api yang sangat besar dan kemungkunan dapat membahayakan keselamatan kita sendiri, dan dalam benak kami kami ucapkan terima kasih Sebanyak banyak-banyaknya kepada kakak-kakak pambina khususnya Kak Hamroni Nurdin selaku pembina (pelatih) pasukan obor dan kakak-kakak pembina yang lain yang telah membimbing kami demi keberhasilan kegiatan ini.dan ini adalah sebuah pengalaman bagi kami (peserta) yang pertama kali melakukan perkemahan akbar di bumi perkemahan Lanjar-Maibit-Rebgel-Tuban yang cukup memberikan cita rasa tersendiri bagi peserta perkemahan.

Comments

Post a Comment

Berkomentarlah yang bermanfaat!